Pedagang Nasi Pinggir Jalan
Sepasang
penjual nasi pinggir jalan yang serasi
Wajahnya
memancarkan cahaya ketulusan
Senyumnya
melambangkan kesabaran
Matanya
yang kemilau terlukis betapa sulitnya masa masa yang tlah mereka lewati hingga
hari senja mereka ini
Sungguh
merekalah pasangan penjual nasi pinggir jalan yang membuatku berpikir
Betapa
sulitnya hidup tak membuatnya menyerah dengan kehidupan
Mereka
tetap berjuang dengan giat tanpa ada beban yang terlihat
Atau
mereka pandai menutupinya?
Menutupi
hari hari yang berat dengan senyum dan ketenangan
Kau
tau
Wajah
wajah itu tlah keriput
Dan
rambut rambut itu tlah memutih namun tertata dengan rapi
Pakaian
mereka sangat sederhana dan bersih
Sungguh
aku mulai mengagumi mereka
Ketika
sang suami dengan giatnya menyiapkan sajian untuk para pelanggan
Sang
istri dengan ramahnya menanyakan menanyakan menu yang hendak dipesan dan
kemudian mengantarkanya
Tak
banyak pelanggan yang kulihat di pagi ini
Mungkin
karena dagangan mereka mulai bersih
Atau
mungkin karena jalanan ini mulai sepi karena orang orang tlah sibuk dengan
pekerjaanya
Tak
banyak cerita yang ku dapat ketika aku berbicara dengan sang istri di sela sela
senggangnya
Hanya
ada satu makna yang mampu tangkap dari pertemuan kami
“
Bersyukurlah “
Katanya,
bersyukurlah ketika Tuhan memberimu kelebihan
Karena
dengan itu kau tak akan mengharap lebih dan lebih
Dan
bersyukurlah ketika Tuhan memberimu kekurangan
Karena
dengan itu kau akan merasa cukup
#30DWC #30DWCJilid22 #Day 13
Comments
Post a Comment